Mengapa Gempa
Bumi Bisa Terjadi
Gempa bumi
adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi dapat disebabkan oleh pergerakan magma di
dalam gunung berapi, aktivitas tektonisme, runtuhnya gua-gua dalam bumi, dan
tabrakan.
Gempa bumi
yang terjadi akibat adanya aktivitas magma, biasanya
terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka
akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi.
Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
Gempa bumi
yang disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik,
yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak mempunyai kekuatan
dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi
ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi
yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan
oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik
seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga
yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik.
Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri
dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan
hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak
perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah
yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.
Gempa bumi yang disebabkan oleh runtuhnya gua-gua di
dalam bumi hanya terjadi pada
daerah pertambangan bawah tanah (under ground), penggalian batu kapur dan sejenisnya, juga bisa terjadi di gua-gua purba. Akan tetapi keruntuhan yang
terjadi hanya dapat menimbulkan getaran bumi yang sangat kecil dan bersifat
setempat (lokal) kekuatannya berkisar anatara 2 hingga 3 pada Skala Richter)
Gempa bumi yang disebabkan oleh tabrakan meteor dan bumi
getaranya berkekuatan sangat kecil. Sebagai contoh adanya meteor yang menabrak
bumi di Rusia tahun 1908, gelombang tekanan yang terjadi tercatat sampai
London, tetapi efeknya sama sekali tidak terekam pada alat pencatat gempa bumi.Ini berarti getaran yang
ditimbulkan akibat tabrakan meteor dengan bumi kekuatannya sangat kecil sekali. Lagi pula tabrakan yang
demikian sebenarnya sangat jarang terjadi di bumi.